<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-8572476426062731699</id><updated>2011-09-19T15:43:41.373-07:00</updated><title type='text'>Mr. Priyadi</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://priyadi64.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8572476426062731699/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://priyadi64.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Mr. Priyadi. DP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06632373235431029352</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_DMWsFkF9tpw/S9OTnNkZ6RI/AAAAAAAAABY/y24hZweFy-Q/S220/PICT0042.JPG'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>8</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8572476426062731699.post-6651389010604704127</id><published>2010-03-17T20:01:00.000-07:00</published><updated>2010-03-17T20:01:44.941-07:00</updated><title type='text'>GARDU GURU: Pembelajaran Inovatif Apa Artinya?</title><content type='html'>&lt;a href="http://garduguru.blogspot.com/2009/01/pembelajaran-inovatif-apa-artinya.html"&gt;GARDU GURU: Pembelajaran Inovatif Apa Artinya?&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8572476426062731699-6651389010604704127?l=priyadi64.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://garduguru.blogspot.com/2009/01/pembelajaran-inovatif-apa-artinya.html' title='GARDU GURU: Pembelajaran Inovatif Apa Artinya?'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://priyadi64.blogspot.com/feeds/6651389010604704127/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://priyadi64.blogspot.com/2010/03/gardu-guru-pembelajaran-inovatif-apa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8572476426062731699/posts/default/6651389010604704127'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8572476426062731699/posts/default/6651389010604704127'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://priyadi64.blogspot.com/2010/03/gardu-guru-pembelajaran-inovatif-apa.html' title='GARDU GURU: Pembelajaran Inovatif Apa Artinya?'/><author><name>Mr. Priyadi. DP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06632373235431029352</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_DMWsFkF9tpw/S9OTnNkZ6RI/AAAAAAAAABY/y24hZweFy-Q/S220/PICT0042.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8572476426062731699.post-4935617865248637711</id><published>2010-03-11T07:05:00.000-08:00</published><updated>2010-05-19T22:11:26.343-07:00</updated><title type='text'>MENGATASI KERUSAKAN REMOT TELEVISI</title><content type='html'>MENGATASI KERUSAKAN PADA REMOT TELEVISI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barangkali kita sering menemui Remote control yang tidak berfungsi/tidak dapat dipakai. kadang nyebelin.&lt;br /&gt;PENYEBABNYA ADALAH .....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. adalah bukan remote controlnya yang rusak, tapi sensor di perangkat (TV/VCD/Compo dll). pertanyaanya tentu bagaiamana kita dapat menentukan yang rusak remotenya atau perangkat? bila ada perangkat/remote yang lain yang sejenis mungkin kita dapat mencobanya. Tapi bila tidak ada perangkat atau remote lain yang bisa digunakan untuk mencoba bagaimana? tenang…. ada sedikit tips. Remote control dapat dites berfungsi atau tidak dengan menggunakan radio AM/MW.  coba nyalakan radio pada gelombang MW/AM, kemudian pencet-pencet tombol di remote sambil di dekatkan ke radio tadi. apabila di radio terdengar bunyi “tut” saat tombol di pencet, berati tombol/remote kontrol berfungsi, berarti kerusakan terjadi pada perangkat bukan pada remotenya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. adalah batre remote habis . apabila hasil pengujian menggunakan radio didapatkan diagnosa remote kontrol yang rusak,hal pertama yang harus dilakukan adalah,pastikan batre remote kontrol baik/belum habis. banyak keluhan remote kontrol rusak hanya disebabkan karena batrenya yang habis. untuk itu,sebelum dilakukan pembongkaran remote, ada baiknya batre diganti dengan yang baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. adalah terminal batre yang berkarat. ini bisa diakibatkan karena batre terlalu lama terpasang dan lembab/rusak sehingga mengakibatkan terminal batre berkarat. bila ini terjadi, tentu arus dari batre tidak dapat menyuplai tegangan kerja ke komponen aktif remote control,dan remote tidak dapat bekerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. adalah papan PCB kotor atau lembab. ini dapat dilihat hanya bila remote control sudah dibongkar. hal yang dapat dilakukan adalah melakukan pembersihan papan PCB dari kotoran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. adalah karbon aus/tipis. biasanya remote control, pada tombolnya dibagian bawah(sisi yang kontak dengan PCB) dilapisi karbon. apabila karbon ini habis/menipis maka tombol tidak bisa berfungsi. apabila karbon sudah habis/tipis dapat diganti dengan lapisan almunium voil yang terdapat pada bungkus rokok. atau dapat juga diganti dengan lapisan karbon yang baru(caranya dengan dilapisi karbon cair yang sudah beredar dipasaran.karbon cair ini akan mengering setelah beberapa menit dilapskan ke tombol)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. adalah led infra merah rusak. Apabila Led ini rusak, tentu data/perintah dari remote ini tidak dapat dipancarkan ke perangkat yang akan kita kontrol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. adalah komponen CF yang rusak. komponen ini adalah sebagai pembangkit frequensi pembawa data/perintah dari remote Control. apabila komponen ini rusak, tentu tidak akan ada data yang bisa terkirim ke perangkat yang kita kontrol. komponen ini biasanya berbentuk kotak kadang berkaki 2 ada juga yang berkaki 3. komponen CF biasanya berwarna biru/hitam/kuning/orange.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. adalah Casing remote yang pecah, sehingga tombol yang kita pencet tidak pas pada tombol di PCB. tentu ini akan menyebabkan tidak adanya data/perintah yang kita masukkan ke remote Control.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. adalah jalur PCB yang rusak. Ini akan mengakibatkantidak berfungsinya remote kontrol. Hal yang dapat dilakukan adalah melakukan/penyambungan atau perbaikan jalur pada PCB.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. adalah kerusakan komponen aktif pada remote(transistor/IC) bila yang rusak cuma transistor mungkin bisa kita ganti dengan komponen sejenis dan se type yang ada di pasaran. Namun bila yang rusak adalah IC, biasanya sudah dapat diperbaiki. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. adalah rusaknya komponen pasif (resistor/condensator) kerusakan jenis ini jarang sekali terjadi pada remote Control.&lt;br /&gt;demikian sekilas tentang remote Control. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;semoga bermanfaat.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8572476426062731699-4935617865248637711?l=priyadi64.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://priyadi64.blogspot.com/feeds/4935617865248637711/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://priyadi64.blogspot.com/2010/03/mengatasi-keruskan-remot-televisi.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8572476426062731699/posts/default/4935617865248637711'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8572476426062731699/posts/default/4935617865248637711'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://priyadi64.blogspot.com/2010/03/mengatasi-keruskan-remot-televisi.html' title='MENGATASI KERUSAKAN REMOT TELEVISI'/><author><name>Mr. Priyadi. DP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06632373235431029352</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_DMWsFkF9tpw/S9OTnNkZ6RI/AAAAAAAAABY/y24hZweFy-Q/S220/PICT0042.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8572476426062731699.post-6885585453744511320</id><published>2010-03-11T05:33:00.000-08:00</published><updated>2010-03-11T05:58:52.510-08:00</updated><title type='text'>MENU SERVISE TELEVISI</title><content type='html'>MENU SERVIS TELEVISI&lt;br /&gt;Sekarang hampir semua merk tv menggunakan media remote control untuk mengakses menu servis,baik untuk menyetel ukuran gambar,mengkalibrasi IF ataupun RGB,ataupun untuk menyetting suara dan yang lainnya.Namun untuk setiap merk TV menggunakan kode-kode yang berbeda untuk membuka menu-menu tersebut.&lt;br /&gt;1.TV polytron &lt;br /&gt;a. Dalam keadaan standby,tekan menu di remote beberapa detik sampai televisi menyala dan meminta kode akses&lt;br /&gt;b. tekan kode 1013 atau 1014 untuk dapat membuka menu-menu service yang tersedia&lt;br /&gt;c. Gunakan tombol CH UP dan CH DOWN di remote untuk mengganti kriteria atau gunakan tombol VOL UP atau VOL DOWN di remote untuk mengurangi atau menambah kan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Kode servis TV AKIRA&lt;br /&gt;a. Pada saat TV menyala,tekan tombol AV di remote&lt;br /&gt;b. Lalu tekan tombol Menu,Qview dan mute maka akan keluar menu-menu servis di layar.&lt;br /&gt;c. Gunakan tombol Timer untuk mengganti menu dan tombol VOL UP dan Vol DOWN untuk menambah dan mengurangi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. TOSHIBA   &lt;br /&gt;TEKAN MUTE DI REMOTE SEKALI,KEMUDIAN TEKAN LAGI DAN TAHAN MUTE + MENU DI TV .ULANGI UNTUK PROSES BERIKUTNYA&lt;br /&gt;TEKAN MENU DIREMOTE-TEKAN ANGKA 4,7,2,5&lt;br /&gt;TEKAN VOL(-) DI TV -TEKAN DAN TAHAN ANGKA 9&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. SANYO       : MENU DI REMOTE + VOLUME UP TV&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. LG FLATRO N: &lt;br /&gt;TEKAN OK DIREMOTE + OK DI TV atau MENU REMOTE + MENU DI TV&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. TCL &lt;br /&gt;TEKAN DISPLAY (OSD) DIREMOTE + VOLUME DOWN DI TV ,tahan 3 detik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. POLYTRON &lt;br /&gt;POSISI TV STNDBY, TEKAN DAN TAHAN MENU DI REMOTE HINGGA TV MENYALA MASUKAN KODE ANGKA 1013.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. PANASONIC &lt;br /&gt; SHORT (KONEK SESAAT) PIN ‘FA-1′ KE ‘FA-2′ ATAU TP-8 KE GROUND&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. PANASONIC TX SERIES : TEKAN VOL(-) DI TV + OSD&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. SHARP  &lt;br /&gt;SHORT KAKI (PIN)6 DAN PIN 7 SESAAT PADA IC MCU (TDA 98XXX).UNTUK KELUAR SHORTKAN KEMBALI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. SHARP EXPRESSION &lt;br /&gt;HUBUNGKAN ATAU JEPIT DUA KAWAT /JUMPER J800 ( ADA DISEBELAH TUNER ) YG PCB- TELAH DISEDIAKAN LUBANG DAN DUA JUMPER SEJAJAR.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. CRYSTAL  &lt;br /&gt;POSISI TV STNDBY,TEKAN VOLUME UP + VOLIME DOWN PADA TV BERSAMAAN DAN TAHAN HINGA TV ON&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13. PHILLIPS : POSISI TV STNDBY,TEKAN 0,6,2,5,9,MENU&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14. AKARI : TEKAN SLEEP DI REMOTE + MENU TV&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15. SAMSUNG  &lt;br /&gt; POSISI STANDBY TEKAN DI REMOTE : MENU – PSTD – MUTE – POWER ON&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;16. SAMSUNG PLANO  &lt;br /&gt;POSISI STANDBY, TEKAN DI REMOTE : DISPLAY-MENU-MUTE-POWER ON&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;17. SAMSUNG PLANO DIGITAL HD100 &lt;br /&gt;STANDBY-DISPLAY-MENU-MUTE-POWER&lt;br /&gt;ATAU : STANDBY-MUTE-1-8-2-POWER ON&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;18. AKIRA, FUJITEC, BOOMBA&lt;br /&gt;DAN BEBERAPA MEREK CHINA YANG LAINNYA YG MENGGUNAKAN IC PROGRAM TYPE LC8632XX SERIES : TEKAN MENU DI REMOTE DUAKALI – RECALL (Q.VIEW) – MUTE.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;19. TV CHINALAINNYA ( KCL,MITOCHIBA,BAZZOMBA) &lt;br /&gt;TEKAN VOLUME DI TV HINGGA NOL.TEKAN RECCAL DI REMOTE SEKALI, TEKAN DAN TAHAN VOLUME ( – ) DI TV BERSAMAAN DENGAN TEKAN KEMBALI RECALL DI REMOTE..ulang proses tersebut untuk masuk ke sub menu selanjutnya sampai ke posisi keluar menu servis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;20. AIWA  &lt;br /&gt; TOMBOL MENU SERVISNYA ADA DI DALAM REMOTE DI ATAS TOMBOL VOLUME (+),BONGKAR DAHULU.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;21. JVC   &lt;br /&gt;TEKAN DAN TAHAN BERSAMAAN OSD+MUTE ATAU TEKAN DAN TAHAN OSD+PICTURE&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;22. HITACH&lt;br /&gt;TEKAN DAN TAHAN TOMBOL AVDI TV, HIDUPKAN POWER SWITCH TV&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;23. SONY  : STANDBY- OSD – 5 – VOL(-) – POWER ON&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;24. RCA/THOMSON :&lt;br /&gt;TEKAN DAN TAHAN TOMBOL VT DI TV + POWER SWITCH ON TV&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8572476426062731699-6885585453744511320?l=priyadi64.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://priyadi64.blogspot.com/feeds/6885585453744511320/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://priyadi64.blogspot.com/2010/03/menu-servise-televisi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8572476426062731699/posts/default/6885585453744511320'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8572476426062731699/posts/default/6885585453744511320'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://priyadi64.blogspot.com/2010/03/menu-servise-televisi.html' title='MENU SERVISE TELEVISI'/><author><name>Mr. Priyadi. DP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06632373235431029352</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_DMWsFkF9tpw/S9OTnNkZ6RI/AAAAAAAAABY/y24hZweFy-Q/S220/PICT0042.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8572476426062731699.post-612243190379636113</id><published>2009-12-04T23:09:00.000-08:00</published><updated>2010-03-11T06:52:24.891-08:00</updated><title type='text'>ARTIKEL PENELITIAN TINDAKAN KELAS</title><content type='html'>Peningkatan Kompetensi Mengatasi Masalah Power Suply Tegangan Rendah &lt;br /&gt;dengan Pendekatan Problem Based Learning melalui Media Flowchart&lt;br /&gt; bagi Siswa Kelas XII Audio Video SMK Muhammadiyah Kudus&lt;br /&gt;Tahun Pelajaran 2008/2009.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Supriyadi*)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas dan peningkatan kompetensi siswa dalam pembelajaran mengatasi masalah power suply tegangan rendah dengan pendekatan problem base learning melalui media flowchart. Penelitian ini menggunakan desain penelitian tindakan kelas yang dilakukan pada semester genap tahun pelajaran 2008/2009 dengan jumlah 37 siswa. Teknik pengumpulan data dengan observasi, dokumentasi, wawancara, jurnal siswa, catatan guru dan tes hasil belajar, kemudian dianalisis dengan metode analisis kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan problem base learning melalui media flowchart: 1)meningkatkan aktivitas siswa dalam pembelajaran, 2) meningkatkan kompetensi siswa balam pembelajaran mengatasi masalah power suply tegangan rendah, 3) mendapat respon yang positif dari siswa karena pembelajaran menjadi lebih bermakna.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kata-kata kunci: kompetensi, problem base learning, media flowchart&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I. PENDAHULUAN&lt;br /&gt;A. Latar Belakang Masalah&lt;br /&gt;Pada pelaksanaanya pembelajaran praktek mengatasi masalah pada power suply tegangan rendah yang umum dilakukan guru adalah diskusi informasi dan pendekatan praktek atau penugasan.  Pendekatan diskusi informasi yang sering dilakukan guru adalah melalui komunikasi satu arah yang lebih banyak menerima informasi dari guru  dari pada  berusaha sendiri. Dengan demikian peran siswa dalam pembelajaran kurang aktif dan kurang mendapatkan pengalaman yang bermakna dan timbul beberapa masalah bahwa tidak semua siswa yang mengikuti pembelajaran menguasai kompetensi yang diajarkan. &lt;br /&gt;Pada kenyataannya kegiatan praktek atau penugasan tersebut hanya mampu memberikan data-data yang sangat terbatas. Hal ini terjadi karena: (1) siswa pada umumnya mengalami kesulitan membaca simbol-simbol komponen pada skema televisi, (2)  Kurangnya pengalaman belajar siswa dalam kegiatan praktek mereparasi televisi, (3) Kurangnya dukungan dari orang tua, 4) Rendahnya motivasi belajar siswa. Oleh karena itu, perlu dilakukan suatu upaya yaitu dengan mengimplementasikan suatu pendekatan pembelajaran yang memungkinkan terjadinya KBM yang kondusif dan bermakna. Sebagai alternatif pendekatan pembelajaran tersebut adalah dengan pendekatan problem-base learning melalui media flowchart. Pendekatan ini didesain dengan menkonfrontasikan siswa dengan masalah-masalah faktual yang memadukan teori dan praktek serta lebih terfokus  pada perolehan dari pada hasil. Dalam pembelajaran ini, siswa dikelompok menjadi 3-4 orang yang dibagi secara acak. Masing-masing kelompok diberikan tugas  untuk mengatasi masalah sesuai dengan gejala kerusakan/gangguan pada power suply. Kemudian masing-masing kelompok diberikan tugas untuk mengumpulkan fakta dan menemukan  masalah kerusakan/gangguan, mengalokasi masalah kerusakan, menganalisa  masalah kerusakan, dan melaksanakan pemecahan masalah serta menguji coba hasil  penyelesaian masalah. Hal ini sejalan dengan pendapat Polya (1981) dalam I Wayan Santyasa (2008: 8), bahwa pembelajaran problem base learning dijalankan dengan empat langkah yaitu: (1) memahami masalah, (2) menyusun rencana pemecahan, (3) menjalankan rencana pemecahan, (4) menguji kembali penyelesaian yang diperoleh. Hal tersebut diperkuat oleh Dwiyogo  (2000) mengemukakan bahwa proses pemecahan masalah yang dilakukan oleh pembelajar mencakup tahap-tahap memahami masalah, merepresentasi masalah, menentukan model, melakukan kalkulasi, dan meyimpulkan masalah. Adapun media flowchart merupakan media yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan (message), merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan kemauan siswa sehingga dapat mendorong proses belajar menjadi lebih kongkrit dan hasil pengalaman belajar dapat lebih berarti bagi siswa.  Karena dengan media flowchart digambarkan dengan alur suatu proses secara berurutan untuk menganalisis dan mengidentifikasi masalah serta  ruang lingkup aktivitas suatu pekerjaan perbaikan, sehingga lebih praktis dan cepat dalam menemukan masalah. Hal ini sejalan dengan pendapat M Basyiruddin Usman (2002: 11) bahwa media flowchart merupakan sesuatu yang bersifat menyalurkan pesan dan dapat merangsang pikiran, perasaan dan kemauan yang dapat mendorong terjadinya proses belajar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Rumusan Masalah&lt;br /&gt;Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka secara eksplisif terdapat dua permasalahan dalam penelitian ini, yaitu &lt;br /&gt;1. Apakah terjadi peningkatan kompetensi siswa dalam pembelajaran mengatasi masalah power suply tegangan rendah dengan pendekatan problem based learning melalui media flowchart bagi siswa kelas XII Audio Video SMK Muhammadiyah Kudus?, &lt;br /&gt;2. Apakah terjadi peningkatan aktivitas dan  respon siswa dalam pembelajaran mengatasi masalah pada power suply tegangan rendah dengan pendekatan problem based learning melalui media flowchart bagi siswa kelas XII Audio Video SMK Muhammadiyah Kudus ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Tujuan Penelitian&lt;br /&gt;Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatkan kompetensi siswa dan respon siswa dalam pembelajaran mengatasi mengatasi masalah pada power suply tegangan rendah dengan pendekatan problem based learning melalui media flowchart bagi siswa kelas XII Audio Video SMK Muhammadiyah Kudus tahun pelajaran 2008/2009.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D. Manfaat Penelitian&lt;br /&gt;1. Bagi siswa&lt;br /&gt;a. Dapat dijadikan salah satu alternatif pembelajaran guna menambah pengalaman belajar, b.Memperoleh pengalaman belajar yang aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan dalam menyelesaikan masalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Bagi guru &lt;br /&gt;a.Dapat dijadikan salah satu alternatif inovasi pembelajaran untuk memperbaiki dan peningkatan kualitas proses pembelajaran di kelas, b.Membantu guru secara terus menerus berusaha mewujudkan pembelajaran yang aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Bagi lembaga pendidikan&lt;br /&gt;Manfaat penelitian ini diharapkan dapat mendorong sekolah untuk mengembangkan program pembelajaran inovatif dalam upaya pengembangan profesionalisme guru dan meningkatkan kualitas lulusan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;II.LANDASAN TEORITIS DAN HIPOTESIS TINDAKAN&lt;br /&gt;A. Landasan Teoritis&lt;br /&gt;1. Pengertian Kompetensi&lt;br /&gt;Kompetensi diartikan sebagai kemampuan untuk melakukan pekerjaan yang dilandasi oleh pengetahuan,  ketrampilan dan sikap.(Depdiknas, 2003:2). Hal ini sejalan denagn pendapat Supratman Zakir (2007), bahwa kompetensi meliputi pengetahuan, pemahaman, ketrampilan, nilai, sikap dan minat. Berdasarkan pengertian di atas dapat&lt;br /&gt;ditemukan bahwa kompetensi meliputi pengetahuan, pemahaman, sikap, ketrampilan, nilai dan minat yang dimiliki oleh peserta didik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Pengertian Pembelajaran   &lt;br /&gt; Pengertian pembelajaran dalam Undang-undang RI Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, yang menyatakan bahwa pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu  lingkungan belajar. Sedang dalam Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 2005 dijelaskan bahwa pembelajaran pada satuan pendidikan diselenggarakan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. Berdasar pemikiran di atas maka guru sebagai pendidik harus dapat mengelola kegiatan pembelajaran dengan memberikan peran yang aktif pada siswa selaku peserta didik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Pengertian Motivasi Belajar&lt;br /&gt; Menurut  Zaenal Aqib (2002: 50) motivasi berfungsi sebagai pendorong, pengarah dan penggerak tingkah laku. Sedang pendapat Slavin (1994) yang dikutip Catharina Tri Ani (2006: 156), bahwa motivasi merupakan proses internal yang mengaktifkan, memandu, dan memelihara perilaku seseorang secara terus menerus. Dari beberapa pendapat di atas disimpulkan motivasi adalah proses internal yang dapat mendorong dan mengaktifkan perilaku seseorang dalam menentukan arah untuk berbuat dalam mencapai &lt;br /&gt;tujuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Pembelajaran Problem-Based Learning (PBL)&lt;br /&gt;Pembelajaran problem based learning (PBL), pada awalnya dirancang untuk program graduate bidang kesehatan oleh Barrows (1988) yang kemudian diadaptasi untuk program akademik kependidikan oleh Stepein Gallager (1993). PBL ini &lt;br /&gt;dikembangkan berdasarkan teori psikologi kognitif modern yang &lt;br /&gt;menyatakan bahwa belajar suatu proses dalam mana pembelajar secara aktif &lt;br /&gt;mengkonstruksi pengetahuannya melalui interaksinya dengan lingkungan &lt;br /&gt;belajar yang dirancang oleh fasilitator pembelajaran (Ni Made Suci 2008: 8). Teori yang dikembangkan ini mengandung dua prinsip penting yaitu 1) belajar adalah &lt;br /&gt;suatu proses konstruksi bukan proses menerima (receptive process) 2) &lt;br /&gt;belajar dipengaruhi oleh faktor interaksi social dan sifat kontektual dari &lt;br /&gt;pelajaran (Wim.H.Gisjelairs, 1996). Teori ini mengisyaratkan bahwa dalam &lt;br /&gt;pembelajaran terdapat proses konstruksi pengetahuan oleh pembelajar, &lt;br /&gt;terjadi interaksi social baik antar mahasiswa maupun dosen serta materi &lt;br /&gt;perkuliahan yang bersifat kontektual. Model pembelajaran berbasis masalah memiliki sejumlah karateristik yang membedakannya dengan model pembelajaran yang lainnya yaitu 1) pembelajaran bersifat student centered, 2) pembelajaran terjadi pada kelompok-kelompok kecil, 3)guru berperan sebagai fasilitator &lt;br /&gt;dan moderator, 4) masalah menjadi fokus dan merupakan sarana untuk &lt;br /&gt;mengembangkan ketrampilan problem solving, 5) informasi-informasi baru &lt;br /&gt;diperoleh dari belajar mandiri (self directed learning). &lt;br /&gt;Pengertian Flowchart&lt;br /&gt;      Menurut Basyiruddin Usman (2002: 36) bahwa media flowchart merupakan sesuatu yang bersifat menyalurkan pesan dan dapat merangsang pikiran, perasaan dan kemauan yang dapat mendorong terjadinya proses belajar. Hal tersebut diperkuat oleh Dexter A. Hansen (1985) dalam Kawentar (2006: 256), Flow chart adalah penyajian bentuk grafik dan semua pergerakan operasinya berurutan, menyajikan langkah suatu proses untuk menganalisis, mengidentifikasi masalah, dan ruang lingkup aktivitas dari suatu proses. Dari beberapa pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa flowchart adalah media pembelajaran yang berbentuk grafis yang digambarkan dengan alur suatu proses secara berurutan untuk menganalisis, mengidentifikasi masalah, dan ruang lingkup aktivitas suatu pekerjaan sebagai pemandu siswa. &lt;br /&gt;5. Kerangka Berfikir Teoritis&lt;br /&gt; Dari uraian di atas juga memberikan gambaran bahwa pendekatan problem base learning melalui media flowchart dapat memberikan kemudahan belajar bagi siswa. Siswa tidak lagi kesulitan didalam menemukan  masalah kerusakan mengalokasi masalah kerusakan, menganalisa  masalah kerusakan, dan melaksanakan pemecahan masalah,  tetapi sebaliknya secara mudah siswa memperoleh gambaran riil dalam menentukan dan menemukan masalah secara cepat, tepat dan efisien waktu. Akibatnya siswa akan belajar dalam suasana nyaman penuh dengan suka cita dan interaktif.  Dengan suasana belajar yang menyenangkan dan interaktif akan tercipta suasana belajar yang menyenangkan, menantang, memotivasi siswa lebih aktif dan kreatif serta reflektif, baik secara kelompok maupun secara individu dalam memecahkan masalah, sehingga rendahnya penguasaan kompetensi, rendahnya motivasi belajar siswa dan sikap kurang percaya diri yang sementara ini merupakan kendala dapat dicegah dan diatasi. &lt;br /&gt; Berdasarkan kerangka berpikir dan kenyataan hasil penelitian di atas, maka semakin memberikan keyakinan bahwa pendekatan problem base learning melalui media flowchart dapat meningkatan aktivitas dan hasil belajar siswa pada pembelajaran mengatasi masalah power suply tegangan rendah di SMK Muhammadiyah Kudus tahun pelajaran 2008/2009.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Hipotesis Tindakan&lt;br /&gt;Berdasarkan kajian  teoritis dan kerangka befikir di atas, dapat dikemukakan hipotesis tindakan adalah sebagai berikut: “Pendekatan problem based learning melalui media flowchart, “dapat” meningkatan kompetensi siswa dan respon (tanggapan) siswa kelas XII Teknik Audio Video SMK Muhammadiyah Kudus “berubah” ke arah  yang positif “&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;III. METODE PENELITIAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Seting Penelitian&lt;br /&gt;Penelitian dilaksanakan di SMK Muhammadiyah Kudus pada tanggal 28 Maret 2009 siklus I dan tanggal 4 April 2009 siklus II. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Subjek Penelitian&lt;br /&gt;Subjek penelitian ini adalah kelas XII AV-1 SMK Muhammadiyah Kudus Kabupaten Kudus tahun pelajaran 2008/2009 yang berjumlah 37 siswa dengan pertimbangan bahwa kelas tersebut memilki persentase ketuntasan belajar dan motivasi belajar rendah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Variable Penelitian.&lt;br /&gt;Variabel penelitian ini ada dua, yaitu peningkatan kompetensi mengatasi masalah power suply tegangan rendah sebagai variable terikat dan pendekatan problem base learning melalui media flowchart sebagai variable bebas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D. Teknik Pengumpulan Data&lt;br /&gt;Guna mencapai data yang lengkap dan memadai, maka dalam pelaksanaan penelitian ini menggunakan metode nontes dan metode&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Metode Tes&lt;br /&gt;Metode tes dan hasil unjuk kerja siswa digunakan untuk mengetahui tingkat ketuntasan belajar siswa dalam pembelajaran mengatasi masalah power suply tegangan rendah kelas XII AV-1 pada semester genap tahun pelajaran 2008/2009.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;b. Metode Nontes&lt;br /&gt;Teknik nontes dalam penelitian ini meliputi metode observasi, wawancara, jurnal siswa, catatan guru dan dokumentasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Teknik Analisis Data.&lt;br /&gt;Data tes dan non tes setelah terkumpul dianalisis menggunakan teknik analisis kuantitatif dan teknik analisis kualitatif dengan penjelasan sebagai berikut:&lt;br /&gt;1.  Data kuantitatif diperoleh dari penilaian  unjuk kerja siswa (teori/ praktek), baik yang terdapat pada siklus I dan siklus II. &lt;br /&gt;2. Data kualitatif yang diperoleh dari observasi, wawancara, jurnal siswa, catatan guru dan dokumentasi, kemudian data tersebut selanjutnya dijadikan sebagai dasar untuk mendiskripsikan keberhasilan penggunakan pendekatan problem base learning melalui media flowchart. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.Indikator Kinerja&lt;br /&gt;Individu atau siswa dinyatakan tuntas/kompeten, apabila hasil belajar siswa mencapai nilai ≥ 7,50;  maka  dinyatakan “tuntas/kompeten”. Sedangkan keberhasilan klasikal, apabila jumlah siswa yang mencapai nilai 7,50 ≥  70 %, dinyatakan “berhasil”.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;6. Prosedur Penelitian&lt;br /&gt;Prosedur PTK ini dilaksanakan dalam 2 siklus, masing-masing siklus yaitu: (1) merencanakan, (2) melakukan tindakan, (3) melakukan pengamatan dan (4) merefleksikan hasil pengamatan (observasi).&lt;br /&gt;Adapun diskripsi pelaksanaan penelitian tindakan adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;SIKLUS I&lt;br /&gt;a. Perencanaan&lt;br /&gt;Dalam perencanaan penelitian tindakan kelas pada siklus I ini, peneliti melakukan serangkaian kegiatan, antara lain sebagai&lt;br /&gt;1. Menganalisis kondisi awal siswa pada kompetensi dasar sebelumnya. &lt;br /&gt;2. Membuat  RPP, membuat job sheet dan lembar laporan unjuk kerja siswa.&lt;br /&gt;3. Menyiapkan perangkat instrumen non tes dan tes. &lt;br /&gt;b. Tindakan&lt;br /&gt;  Pelaksanaan tindakan siklus I dilakukan pada 28 Maret 2008 dan siklus II pada tanggal 4 April 2009 dengan pendekatan problem base learning melalui media flowchart. Adapun langkah-langkah yang telah dilaksanakan adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;1. Menerangkan kerangka materi dan  tujuan   pembelajaran .&lt;br /&gt;2. Menjelaskan langkah kerja dengan media flowchart. &lt;br /&gt;3. Membagi kelompok dengan anggota 3-4 orang.&lt;br /&gt;4. Membagikan skema TV, lembar job sheet dan lembar laporan hasil kerja.&lt;br /&gt;5. Menanyakan permasalahan/kesulitan dalam kegiatan praktek. &lt;br /&gt;6. Melakukan penilaian unjuk kerja siswa. &lt;br /&gt;7. Mengolah data tes dan  non tes.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;c. Observasi.&lt;br /&gt;Terhadap tindakan kelas pada siklus I, guru melakukan mengamatan atau observasi secara cermat, intensif dan berkelanjutan. Data-data yang diamati sebagai berikut&lt;br /&gt;1. Aktivitas dan perilaku siswa selama proses pembelajaran berlangsung, dengan lembar observasi yang telah dipersiapkan,&lt;br /&gt;2. Penilaian dari hasil pelaksanaan pembelajaran dan, kesan balikan yang terjadi atau diberikan oleh siswa melalui jurnal siswa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Refleksi tindakan&lt;br /&gt;Akhirnya berdasarkan pada peren-canaan, tindakan yang dilakukan dan hasil pengamatan pada siklus I, peneliti mengulas secara kritis terhadap perubahan-perubahan pada aktivitas pembelajaran siswa yang terjadi. Adapun aspek-aspek perubahan yang dianalisis, adalah aktivitas perilaku dan hasil belajar siswa, suasana pembelajaran di kelas , dan ketuntasan belajar  siswa terhadap materi pembelajaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siklus II&lt;br /&gt;Pada siklus II ini, penelitian tindakan kelas dilaksanakan dengan langkah-langkah yang hampir sama dengan siklus I. Untuk lebih meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa serta  respon siswa berubah yang positif, maka ada  beberapa aspek yang diperbaiki, disempurnakan dan dipertajam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;E. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASANNYA&lt;br /&gt;Hasil Tes pada Siklus I dan siklus II&lt;br /&gt;Hasil evaluasi pembelajaran tes dan unjuk kerja pada materi mengatasai masalah power suply tegangan rendah dapat diklasifikasikan sebagai berikut:&lt;br /&gt;Tabel 1. Hasil belajar siswa pada materi mengatasai masalah power suply tegangan rendah dengan pendekatan PBL melaui media flowchart&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siklus ke Rata-2 Prosentase ∑ siswa mencapai nilai ≥7.5 Prosentase nilai ≥7.5&lt;br /&gt;Awal7,4 74 % 20 54 %&lt;br /&gt;I 7,6 76 % 24 64,9 %&lt;br /&gt;II 8,1 81 % 36 97,3 %&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil Nontes pada Siklus I dan siklus II&lt;br /&gt;Tabel 2 : Hasil observasi pada materi mengatasai masalah power suply tegangan rendah dapat diklasifikasikan sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;No Aspek Penilaian Siklus I Siklus II&lt;br /&gt;Rata-2 nilai % Rata-2 nilai %&lt;br /&gt;Rata-2  3.0 61 3.9 78&lt;br /&gt;Kategori Cukup Baik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tabel 3 : Haisl jurnal siswa pada materi mengatasai masalah power suply tegangan rendah dapat diklasifikasikan sebagai berikut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;No Aspek Penilaian Siklus I Siklus II&lt;br /&gt;Rata-2 nilai % Rata-2 nilai %&lt;br /&gt;Rata-2  3,4 61 4,2 84&lt;br /&gt;Kategori  Baik Sangat baik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tabel 4: Hasil wawancara pada materi mengatasai masalah power suply tegangan rendah dapat diklasifikasikan sebagai berikut&lt;br /&gt;No Aspek Penilaian Siklus I Siklus II&lt;br /&gt;  Rata-2 nilai % Rata-2 nilai %&lt;br /&gt;Rata-2  3.2 63 4.1 82&lt;br /&gt;Kategori Baik Sangat baik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tabel 5: Catatan (jurnal) guru pada materi mengatasai masalah power suply tegangan rendah dapat diklasifikasikan sebagai berikut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siklus I &lt;br /&gt;1).Aktivitas siswa dalam proses pembelajaran masih rendah/masih lambat  2).Perilaku siswa dalam menanggapi/menyampaikan pertanyaan atau ide  masih rendah dan masih didominasi peran guru.3)Respon siswa masih rendah dan masih banyak warna yang didominasi peran guru.4)Suasana pembelajaran berlangsung tertib dan menyenangkan, tetapi kemampuan memprediksi dalam menganalisa masalah kerusakan televisi masih rendah. 5)Media flowchart belum secara maximal dapat meningkatan kompetensi siswa &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siklus II&lt;br /&gt;1)Siswa lebih aktif, dan guru berperan  sebagai fasilitator. 2)Siswa sudah berani menanggapi/menyampaikan pertanyaan atau ide  dan guru berperan sebagai motivator 3)Respon siswa sangat antusias dan senang, guru berperan  sebagai fasilitator.4)Suasana pembelajaran berlangsung lebih aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan , guru berperan  sebagai fasilitator. 5)Media flowchart telah dapat meningkatan kompetensi siswa &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;F. Pembahasan&lt;br /&gt;Hasil pelaksanaan penelitian tindakan kelas yang dilakukan penulis melalui tindakan pada siklus I dan siklus II, baik berupa data yang diperoleh dari data hasil tes maupun nontes, setelah dilakukan analisis selanjutnya perlu pembahasan sebagai berikut.&lt;br /&gt;Berdasarkan analisis hasil tes teori(30%) dan hasil unjuk kerja praktek (70%) adalah sebagai berikut: (1) Nilai rata-rata hasil meningkat sebesar 2 % dari kondisi awal ke siklus I,  dan 5 % dari siklus I  ke siklus II (2) Jumlah siswa yang mencapai nilai ≥ 7,5 kondisi awal 46% atau 17 siswa, siklus I 64,9% atau 24 siswa dan siklus II sebesar 97,3% atau 36 siswa. Dengan demikian terdapat peningkatan jumlah siswa yang mencapai nilai ≥ 7,50 sebesar 18,9% dari kondisi awal ke siklus I dan 32,4 % dari siklus I ke siklus II, (3) Jumlah siswa pada kondisi awal yang nilainya  kurang dari 7,49 sebanyak 20 siswa (54%), pada siklus I sebanyak 13 siswa (35,1%), dan pada siklus II jumlah siswa yang nilainya  kurang dari 7,49 sebanyak 1 siswa (2,7%). &lt;br /&gt;Berdasarkan hasil observasi terhadap aktifitas belajar siswa mengalami peningkatan sebesar 17 %. Sedang aktivitas belajar siswa ada perubahan tingkah laku dari cukup berubah menjadi baik. Dengan demikian, aktivitas belajar siswa terhadap pembelajaran dengan pendekatan problem base learning melaui media flowchart dapat memberikan respon yang positip. &lt;br /&gt;Berdasarkan hasil jurnal siswa terdapat adanya peningkatan aktifitas siswa sebesar 23 %, sedang perubahan tingkah laku  terjadi perubahan yaitu baik menjadi sangat baik. Dengan demikian, respon/tanggapan siswa terhadap penerapan  pembelajaran dengan pendekatan problem base learning melaui media flowchart dapat memberikan respon yang positip. &lt;br /&gt;Berdasarkan hasil wawancara terjadi perubahan aktivitas sebesar 19%, sedang perubahan tingkah laku terjadi perubahan yaitu baik menjadi sangat baik. Hal ini memberikan gambaran bahwa pembelajaran dengan pendekatan problem base learning melalui media flowchart memberikan respon ke arah yang lebih positf. &lt;br /&gt;Gambaran-gambaran tersebut juga dapat dilihat dari rekaman foto sebagai beriku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan gambar-gambar di atas, menunjukan bahwa aktivitas pembelajaran berlangsung dalam suasana yang aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan. Proses pembelajaran seperti keadaan tersebut adalah pembelajaran yang diharapkan dalam kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP), yaitu PAKEM: pembelajaran aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan. &lt;br /&gt;Dari hasil catatan guru  pada siklus I   diperoleh gambaran sebagai berikut: (1)  aktivitas siswa dalam proses pembelajaran masih rendah/masih lambat, , (2) Perilaku siswa dalam menanggapi dan menyampaikan pertanyaan atau ide  masih rendah, (3) respon siswa dalam pembelajaran masih rendah dan masih banyak warna yang didominasi peran guru, (4) Suasana pembelajaran berlangsung tertib dan menyenangkan, tetapi kemampuan memprediksi dalam menganalisa masalah kerusakan televisi masih rendah,. (5) Penerapan PBL melaui media flowchart belum menunjukkan peningkatan hasil belajar siswa secara signifikan. Sedang hasil catatan guru/jurnal guru pada siklus II diperoleh gambaran sebagai berikut: (1)  Siswa lebih aktif, guru berperan  sebagai fasilitator (2) Siswa belajar secara mandiri dan berdiskusi dalam kelompok dan guru berperan sebagai motivator.  (3) Respon siswa sangat antusias dan senang (4) Suasana pembelajaran berlangsung lebih aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan serta telah ada peningkatan kemampuan mengaplikasikan pengetahuan dalam memprediksi/menganalisa masalah kerusakan televisi. (5) Penerapan PBL melaui media flowchart telah menunjukkan peningkatan kompetensi/hasil belajar. &lt;br /&gt;Dengan kenyataan hasil yang dicapai dari penelitian bahwa  lebih dari 70 % kelompok mencapai skor minimal 7.5, maka  pembelajara dikatakan berkualitas. Hal ini sesuai dengan Mulyasa (2004:101)  bahwa proses pembelajaran dikatakan berkualitas dapat pula dilihat dari segi hasil, yaitu sekurang kurangnya 70 % siswa tuntas belajar. &lt;br /&gt;Dari uraian di atas, maka dapat dikatakan bahwa  peningkatan aktivitas dan kompetensi hasil belajar siswa mengatasi masalah power suply tegangan rendah ”dapat” dilakukan dengan pendekatan problem base learning melalui media flowchart.&lt;br /&gt;Hal ini sangat mungkin karena  pembelajaran dengan pendekatan problem base learning melalui media flowchart memberikan kegiatan-kegiatan :&lt;br /&gt;1. pembelajaran lebih bermakma karena siswa mendapatkan pengalaman langsung yang bermanfaat bagi dirinya.&lt;br /&gt;2. pembelajaran lebih demokratis dengan menciptakan komunikasi terbuka sehingga siswa dapat saling berdiskusi dan bertukar pengalaman dalam kelompoknya.&lt;br /&gt;3. Pembelajaran dilakukan dengan penyajian baru (Novelty), yaitu dengan menampilkan media flowchart, sehingga siswa tidak merasa bosan dan lebih menyenangkan.&lt;br /&gt;4. Pembelajaran dilakukan dengan memberikan latihan/praktek yang aktif dan bermanfaat, sehingga membimbing siswa untuk dapat melakukan pemecahan masalah yang sebenarnya.&lt;br /&gt;5. Pembelajaran dilakukan dengan mewujudkan suasanan belajar menyenangkan sehingga siswa termotivasi dan memiliki minat yang tinggi untuk meraih hasil belajar yang maksimal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IV. Simpulan &lt;br /&gt;Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan kondisi pelaksanaan tindakan maka dapat diformulasikan beberapa simpulan sebagai berikut.&lt;br /&gt;Pertama,  pembelajaran dengan pendekatan problem base learning melalui media flowchart dapat meningkatkan aktivitas belajar sebesar 17 % dan peningkatan hasil belajar sebesar 32,4 %.&lt;br /&gt;Kedua, pembelajaran dengan pendekatan problem base learning melalui media flowchart mendapat respon (tanggapan) yang positif dari siswa.  &lt;br /&gt;Saran&lt;br /&gt;Berdasarkan hasil yang dicapai dari penelitian ini, maka pembelajaran mengatasi masalah power suply tegangan rendah sebaiknya dilakukan secara dinamis dengan pendekaatan problem base learning (PBL) melaui media flowchart, sehingga menumbuhkan aktivitas belajar yang tinggi. Demikian pula agar pembelajaran berlangsung secara interaktif dan mandiri pada siswa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;br /&gt;Ani Catharina Tri, Ahmad Rifa’I, Edi Purwanto, Daniel Purnomo, 2006, Psikologi Belajar, Semarang, Unnes Press&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aqib Zaenal, 2002, Profesional Guru dalam Pembelajaran, Surabaya, Insan Cendikia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Depdiknas, Direktorat Pendidikan Menengah Kejuruan, 2004, Kurikulum SMK Edisi 2004, Bidang Keahlian Teknik Elektronika, Program Keahlian Teknik Audio Video. Departemen Pendidikan Nasional&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Depdiknas, 2003, Standar Kompetensi Nasional Bidang Keahlian Elektronika Maintenance &amp; Repair (M&amp;R) , Departemen Pendidikan Nasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kawentar, 2006, Penerapan Pembelajaran Elaborasi untuk Meningkatkan Ketrampilan dalam Membuat Flowchart, PTK, Tidak diterbitkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Made Suci Ni. 2008, Penerapan Model  Problem Base Learning untuk Meningkatan Partisipasi Belajar dan Hasil Belajar Teori Akuntasi Mahasiswa Jurusan Ekonomi Undiksha, www.freewebs.com diunduh 16 April 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulyasa. 2004. Kurikulum Berbasis Kompetensi. Bandung: Penerbit PT Remaja Rosdakarya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Permendiknas No. 41, 2007, Standar Proses untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah, Jakarta, BSNP&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Santyasa I Wayan, 2008, Pembelajaran Berbasis Masalah dan Pembelajaran Kooperatif, www.freeweb.com diunduh 30 Marte 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Warmada I Wayan, 2004, Problem-Based Learning (PBL) berbasis Teknologi Informasi (ICT), www.indomedia.com diunduh 30 Mar 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zakir Supratman, 2006, Strategi Pengembangan Komptensi Siswa dengan Manajemen Berbasis Sekolah, http//: fortip.org, diunduh 16 April 2009&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8572476426062731699-612243190379636113?l=priyadi64.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://priyadi64.blogspot.com/feeds/612243190379636113/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://priyadi64.blogspot.com/2009/12/artikel-peneliian.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8572476426062731699/posts/default/612243190379636113'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8572476426062731699/posts/default/612243190379636113'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://priyadi64.blogspot.com/2009/12/artikel-peneliian.html' title='ARTIKEL PENELITIAN TINDAKAN KELAS'/><author><name>Mr. Priyadi. DP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06632373235431029352</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_DMWsFkF9tpw/S9OTnNkZ6RI/AAAAAAAAABY/y24hZweFy-Q/S220/PICT0042.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8572476426062731699.post-756983967282939271</id><published>2009-06-04T19:23:00.000-07:00</published><updated>2009-06-07T19:32:03.239-07:00</updated><title type='text'>KOMPETENSI KEAHLIAN MULTIMEDIA</title><content type='html'>DAFTAR  KOMPETENSI KEJURUAN (DKK) DAN KOMPETENSI KEJURUAN (KK)&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;SMK MUHAMMADIYAH KUDUS &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BIDANG STUDI KEAHLIAN        :  TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI&lt;br /&gt;PROGRAM STUDI KEAHLIAN    :  TEKNIK KOMPUTER DAN INFORMATIKA&lt;br /&gt;KOMPETENSI KEAHLIAN            :  MULTI MEDIA (072)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;i&gt;A. DASAR KOMPETENSI KEJURUAN (DKK)&lt;/i&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt; 1. Merakit personal computer&lt;br /&gt;1.1 Merencanakan kebutuhan dan spesifikasi&lt;br /&gt;1.2 Melakukan instalasi komponen PC&lt;br /&gt;1.3 Melakukan keselamatan kerja dalam merakit komputer&lt;br /&gt;1.4 Mengatur komponen PC menggunakan software (melalui setup BIOS dan aktifasi komponen       sistem operasi).&lt;br /&gt;1.5 Menyambung periferal menggunakan Software&lt;br /&gt;1.6 Memeriksa hasil perakitan PC dan pemasangan periferal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Melakukan instalasi sistem operasi dasar&lt;br /&gt;2.1 Menjelaskan langkah instalasi sistem operasi&lt;br /&gt;2.2 Melaksanakan instalasi software sesuai Installation Manual&lt;br /&gt;2.3 Mengecek hasil instalasi menggunakan software (sampling)&lt;br /&gt;2.4 Melakukan troubleshooting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Menerapkan Keselamatan, Kesehatan Kerja dan Lingkungan Hidup (K3LH)&lt;br /&gt;3.1 Mendeskripsikan keselamatan dan kesehatan kerja (K3)&lt;br /&gt;3.2 Melaksanakan prosedur K3&lt;br /&gt;3.3 Menerapkan konsep lingkungan hidup&lt;br /&gt;3.4 Menerapkan ketentuan pertolongan pertama pada kecelakaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;i&gt;3. KOMPETENSI KEJURUAN (DKK) MULTIMEDIA (072) &lt;/i&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;1. Memahami etimologi multimedia&lt;br /&gt;1.1 Mendeskripsikan tentang multimedia&lt;br /&gt;1.2 Menjelaskan multimedia content production&lt;br /&gt;1.3 Menjelaskan multimedia communication.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Memahami alir proses produksi produk multimedia&lt;br /&gt;2.1 Menjelaskan proses pre production multimedia&lt;br /&gt;2.2 Menjelaskan proses production multimedia&lt;br /&gt;2.3 Menjelaskan proses post production multimedia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Merawat peralatan multimedia&lt;br /&gt;3.1 Menjelaskan langkah-langkah perawatan peralatan multimedia&lt;br /&gt;3.2 Melakukan perawatan peralatan multimedia&lt;br /&gt;3.3 Membuat kartu perawatan peralatan multimedia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Mengelola isi halaman web&lt;br /&gt;4.1 Memeriksa informasi untuk relevansi dan currency&lt;br /&gt;4.2 Memeriksa links dan navigasi&lt;br /&gt;4.3 Mengedit informasi sesuai kebutuhan&lt;br /&gt;4.4 Menguji dan memastikan perubahan perubahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Menerapkan teknik pengambilan gambar produksi&lt;br /&gt;5.1 Menjelaskan prosedur pengoperasian kamera video&lt;br /&gt;5.2 Mengoperasikan kamera video&lt;br /&gt;5.3 Mengisi dan merawat battery selama pengambilan gambar&lt;br /&gt;5.4 Mengoperasikan kamera&lt;br /&gt;5.5 Menata kabel-kabel kamera&lt;br /&gt;5.6 Mengoperasikan clapper board.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.  Menerapkan prinsip-prinsip seni grafis dalam desain komunikasi visual untuk multimedia&lt;br /&gt;6.1 Menjelaskan kaidah estetika dan etika seni grafis (nirmana)&lt;br /&gt;6.2 Membuat sketsa&lt;br /&gt;6.3 Menggambar perspektif&lt;br /&gt;6.4 Menggambar objek&lt;br /&gt;6.5 Menggambar ilustrasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Menguasai cara menggambar kunci untuk animasi&lt;br /&gt;7.1 Menjelaskan syarat animasi&lt;br /&gt;7.2 Membuat gambar kunci&lt;br /&gt;7.3 Mengatur dan melengkapi gambar kunci.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Menguasai cara menggambar clean-up dan sisip&lt;br /&gt;8.1 Mendeskripsikan gambar yang asli&lt;br /&gt;8.2 Membuat gambar-gambar asli&lt;br /&gt;8.3 Mendeskripsikan gambar tiga dimensi&lt;br /&gt;8.4 Membuat gambar tiga dimensi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Menguasai dasar animasi stop-motion (bidang datar)&lt;br /&gt;9.1 Mendeskripsikan syarat-syarat animasi&lt;br /&gt;9.2 Membuat model warna dan tempat warna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Menggabungkan teks kedalam sajian multimedia&lt;br /&gt;10.1 Menggunakan software teks multimedia&lt;br /&gt;10.2 Mendesain teks multimedia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Menggabungkan gambar 2D kedalam sajian multimedia&lt;br /&gt;11.1 Mengedit gambar digital&lt;br /&gt;11.2 Menggunakan software grafik multimedia 2D&lt;br /&gt;11.3 Menciptakan design grafik Multimedia 2D&lt;br /&gt;11.4 Menampilkan karya seni digital 2D.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. Menggabungkan fotografi digital kedalam sajian multimedia&lt;br /&gt;12.1 Menggunakan kamera digital&lt;br /&gt;12.2 Menggabungkan foto digital kedalam rangkaian Multimedia&lt;br /&gt;12.3 Menciptakan susunan  karya seni foto digital dan grafik 2D.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13. Menggabungkan audio ke dalam sajian multimedia&lt;br /&gt;13.1 Menjabarkan format audio digital&lt;br /&gt;13.2 Menggunakan software audio digital&lt;br /&gt;13.3 Merancang audio digital&lt;br /&gt;13.4 Membangun track audio digital.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14. Membuat story board aplikasi multimedia&lt;br /&gt;14.1 Mengidentifikasi kebutuhan&lt;br /&gt;14.2 Merencanakan alur isi story board&lt;br /&gt;14.3 Medeskripsikan proses pelaksanaan dalam story board.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15. Memahami cara penggunaan peralatan tata cahaya.&lt;br /&gt;15.1 Menjelaskan dasar tata cahaya&lt;br /&gt;15.2 Menjelaskan efek cahaya&lt;br /&gt;15.3 Menyiapkan operasi lighting&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;16. Menerapkan efek khusus pada objek produksi&lt;br /&gt;16.1 Mengidentifikasikan materi penunjang efek khusus&lt;br /&gt;16.2 Menginstallasi software efek khusus&lt;br /&gt;16.3 Membuat efek khusus pada obyek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;17. Menyusun proposal penawaran&lt;br /&gt;17.1 Menganalisa syarat-syarat proyek&lt;br /&gt;17.2 Mengidentifikasi keterampilan yang sesuai dengan persyaratan laporan&lt;br /&gt;17.3 Membuat rancangan biaya biaya dan sumber sumber yang ada&lt;br /&gt;17.4 Membuat proposal&lt;br /&gt;17.5 Membuat pengajuan permohonan tender.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8572476426062731699-756983967282939271?l=priyadi64.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://priyadi64.blogspot.com/feeds/756983967282939271/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://priyadi64.blogspot.com/2009/06/spektrum-keahlian-multimedia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8572476426062731699/posts/default/756983967282939271'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8572476426062731699/posts/default/756983967282939271'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://priyadi64.blogspot.com/2009/06/spektrum-keahlian-multimedia.html' title='KOMPETENSI KEAHLIAN MULTIMEDIA'/><author><name>Mr. Priyadi. DP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06632373235431029352</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_DMWsFkF9tpw/S9OTnNkZ6RI/AAAAAAAAABY/y24hZweFy-Q/S220/PICT0042.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8572476426062731699.post-2809857098575914370</id><published>2009-06-04T19:11:00.000-07:00</published><updated>2009-06-07T19:32:38.957-07:00</updated><title type='text'>KOMPETENSI KEAHILAN TEKNIK KOMPUTER DAN JARINGAN</title><content type='html'>DAFTAR DASAR KOMPETENSI KEJURUAN (DKK) DAN KOMPETENSI KEJURUAN (KK)&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;SMK MUHAMMADIYAH KUDUS&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BIDANG STUDI KEAHLIAN         :  TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI&lt;br /&gt;PROGRAM STUDI KEAHLIAN    :  TEKNIK KOMPUTER DAN INFORMATIKA&lt;br /&gt;KOMPETENSI KEAHLIAN           : TEKNIK KOMPUTER DAN JARINGAN (071)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;i&gt;A. DASAR KOMPETENSI KEJURUAN (DKK)&lt;/i&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;1. Merakit personal computer&lt;br /&gt;1.1 Merencanakan kebutuhan dan spesifikas&lt;br /&gt;1.2 Melakukan instalasi komponen PC&lt;br /&gt;1.3 Melakukan keselamatan kerja dalam merakit komputer&lt;br /&gt;1.4 Mengatur komponen PC menggunakan software (melalui setup BIOS dan aktifasi komponen       sistem operasi).&lt;br /&gt;1.5 Menyambung periferal menggunakan Software&lt;br /&gt;1.6 Memeriksa hasil perakitan PC dan pemasangan periferal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Melakukan instalasi sistem operasi dasar&lt;br /&gt;2.1 Menjelaskan langkah instalasi sistem operasi&lt;br /&gt;2.2 Melaksanakan instalasi software sesuai Installation Manual&lt;br /&gt;2.3 Mengecek hasil instalasi menggunakan software (sampling)&lt;br /&gt;2.4 Melakukan troubleshooting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Menerapkan Keselamatan, Kesehatan Kerja dan Lingkungan Hidup (K3LH)&lt;br /&gt;3.1 Mendeskripsikan keselamatan dan kesehatan kerja (K3)&lt;br /&gt;3.2 Melaksanakan prosedur K3&lt;br /&gt;3.3 Menerapkan konsep lingkungan hidup&lt;br /&gt;3.4 Menerapkan ketentuan pertolongan pertama pada kecelakaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;i&gt;B. KOMPETENSI KEJURUAN (KK) (071)&lt;/i&gt;&lt;/strong&gt; &lt;br /&gt;1. Menerapkan teknik elektronika analog dan digital dasar&lt;br /&gt;1.2 Menerapkan teori kelistrikan&lt;br /&gt;1.3 Mengenal komponen elektronika&lt;br /&gt;1.4 Menggunakan komponen elektronika&lt;br /&gt;1.5 Menerapkan konsep elektronika digital&lt;br /&gt;1.6 Menerapkan sistem bilangan digital&lt;br /&gt;1.7 Menerapkan elektronika digital untuk komputer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Menerapkan fungsi peripheral dan instalasi PC&lt;br /&gt;2.1 Mengidentifikasi macam-macam periferal dan fungsinya&lt;br /&gt;2.2 Menyambung/memasang periferal (secara fisik) dan periferal setup menggunakan software&lt;br /&gt;2.3 Melakukan tindakan korektif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Mendiagnosis permasalahan pengoperasian PC dan periferal&lt;br /&gt;3.1 Mengidentifikasi masalah melalui gejala yang muncul&lt;br /&gt;3.2 Mengklasifikasikan masalah berdasarkan kelompoknya&lt;br /&gt;3.3 Mengisolasi permasalahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Melakukan perbaikan dan/ atau setting ulang sistem PC&lt;br /&gt;4.1 Menjelaskan langkah perbaikan PC&lt;br /&gt;4.2 Memperbaiki PC&lt;br /&gt;4.3 Memeriksa hasil perbaikan sistem PC.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Melakukan perbaikan periferal&lt;br /&gt;5.1 Menjelaskan langkah perbaikan periferal yang bermasalah&lt;br /&gt;5.2 Memperbaiki periferal&lt;br /&gt;5.3 Memeriksa hasil perbaikan periferal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Melakukan perawatan PC&lt;br /&gt;6.1 Menjelaskan langkah perawatan PC&lt;br /&gt;6.2 Melakukan perawatan PC&lt;br /&gt;6.3 Memeriksa hasil perawatan PC&lt;br /&gt;6.4 Melakukan tindakan korektif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Melakukan instalasi sistem operasi berbasis graphical user interface (GUI) dan command line     interface (CLI)&lt;br /&gt;7.1 Menjelaskan langkah instalasi sistem operasi berbasis GUI (Graphical User Interface)&lt;br /&gt;7.2 Melaksanakan instalasi sistem operasi berbasis GUI sesuai Installation Manual&lt;br /&gt;7.3 Menjelaskan langkah instalasi sistem operasi berbasis command line interface (CLI)&lt;br /&gt;7.4 Melaksanakan instalasi sistem operasi berbasis text sesuai Installation Manual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Melakukan instalasi software&lt;br /&gt;8.1 Menjelaskan langkah instalasi software&lt;br /&gt;8.2 Melaksanakan instalasi software sesuai Installation Manual&lt;br /&gt;8.3 Mengecek hasil instalasi menggunakan software (sampling)&lt;br /&gt;8.4 Melakukan troubleshooting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Melakukan instalasi perangkat jaringan lokal (Local Area Network)&lt;br /&gt;9.1 Menentukan persyaratan pengguna&lt;br /&gt;9.2 Membuat desain awal jaringan&lt;br /&gt;9.3 Mengevaluasi lalu lintas jaringan&lt;br /&gt;9.4 Menyelesaikan disain jaringan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Mendiagnosis permasalahan pengoperasian PC yang tersambung jaringan&lt;br /&gt;10.1 Mengidentifikasi masalah melalui gejala yang muncul&lt;br /&gt;10.2 Menganalisa gejala kerusakan&lt;br /&gt;10.3 Melokalisasi daerah kerusakan&lt;br /&gt;10.4 Mengisolasi permasalahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Melakukan perbaikan dan/ atau setting ulang koneksi jaringan&lt;br /&gt;11.1 Menjelaskan langkah persiapan untuk setting ulang koneksi jaringan&lt;br /&gt;11.2 Melakukan perbaikan koneksi jaringan&lt;br /&gt;11.3 Melakukan setting ulang koneksi jaringan&lt;br /&gt;11.4 Memeriksa hasil perbaikan koneksi jaringan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. Melakukan instalasi sistem operasi jaringan berbasis GUI (Graphical User Interface) dan       Text&lt;br /&gt;12.1 Menjelaskan langkah instalasi software&lt;br /&gt;12.2 Melaksanakan instalasi software sesuai Installation Manual&lt;br /&gt;12.3 Mengkonfigurasi jaringan pada sistem operasi&lt;br /&gt;12.4 Mengecek hasil instalasi menggunakan software (sampling)&lt;br /&gt;12.5 Melakukan troubleshooting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13. Melakukan instalasi perangkat jaringan berbasis luas (Wide Area Network)&lt;br /&gt;13.1 Menjelaskan persyaratan WAN13.2 Mengidentifikasi spesifikasi WAN&lt;br /&gt;13.3 Membuat disain awal jaringan WAN&lt;br /&gt;13.4 Mengevaluasi lalu lintas jaringan&lt;br /&gt;13.5 Menyelesaikan disain jaringan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14. Mendiagnosis permasalahan perangkat yang tersambung jaringan berbasis luas (Wide Area       Network)&lt;br /&gt;14.1 Mengidentifikasi masalah melalui gejala yang muncul&lt;br /&gt;14.2 Memilah masalah berdasarkan kelompoknya&lt;br /&gt;14.3 Melokalisasi daerah kerusakan&lt;br /&gt;14.4 Mengisolasi masalah&lt;br /&gt;14.5 Menyelesaikan masalah yang timbul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15. Membuat desain sistem keamanan jaringan&lt;br /&gt;15.1 Menentukan jenis jenis keamanan jaringan&lt;br /&gt;15.2 Memasang firewall&lt;br /&gt;15.3 Mengidentifikasi pengendalian jaringan yang diperlukan&lt;br /&gt;15.4 Mendesain sistem keamanan jaringan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;16. Melakukan perbaikan dan/ atau setting ulang koneksi jaringan berbasis luas (Wide Area       Network)&lt;br /&gt;16.1 Menjelaskan langkah persiapan untuk setting ulang koneksi jaringan&lt;br /&gt;16.2 Melakukan perbaikan koneksi jaringan&lt;br /&gt;16.3 Melakukan setting ulang koneksi jaringan&lt;br /&gt;16.4 Memeriksa hasil perbaikan koneksi jaringan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;17. Mengadministrasi server dalam jaringan&lt;br /&gt;17.1 Memilih aplikasi untuk server17.2 Memilih sistem operasi untuk jaringan&lt;br /&gt;17.3 Memilih komponen server&lt;br /&gt;17.4 Menetapkan spesifikasi server&lt;br /&gt;17.5 Membangun dan mengkonfigurasi server&lt;br /&gt;17.6 Menguji server&lt;br /&gt;17.7 Memonitor kinerja jaringan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;18. Merancang bangun dan menganalisa Wide Area Network&lt;br /&gt;18.1 Mengkonfirmasi kebutuhan klien dan perangkat jaringan&lt;br /&gt;18.2 Meninjau masalah keamanan&lt;br /&gt;18.3 Memasang dan mengkonfigurasi produk dan perangkat gateway&lt;br /&gt;18.4 Mengkonfigurasi dan menguji titik jaringan&lt;br /&gt;18.5 Mengimplementasi perubahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;19. Merancang web data base untuk content server&lt;br /&gt;19.1 Menentukan kebutuhan sistem1&lt;br /&gt;9.2 Menentukan prosedur recovery&lt;br /&gt;19.3 Merancang arsitektur basis data&lt;br /&gt;19.4 Mengklasifikasikan penggunaan basis data.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8572476426062731699-2809857098575914370?l=priyadi64.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://priyadi64.blogspot.com/feeds/2809857098575914370/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://priyadi64.blogspot.com/2009/06/spektrum-keahilan-teknik-komputer-dan.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8572476426062731699/posts/default/2809857098575914370'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8572476426062731699/posts/default/2809857098575914370'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://priyadi64.blogspot.com/2009/06/spektrum-keahilan-teknik-komputer-dan.html' title='KOMPETENSI KEAHILAN TEKNIK KOMPUTER DAN JARINGAN'/><author><name>Mr. Priyadi. DP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06632373235431029352</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_DMWsFkF9tpw/S9OTnNkZ6RI/AAAAAAAAABY/y24hZweFy-Q/S220/PICT0042.JPG'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8572476426062731699.post-2382415976381215289</id><published>2009-06-04T18:58:00.000-07:00</published><updated>2009-06-07T19:32:38.957-07:00</updated><title type='text'>KOMPETENSI  KEAHLIAN TEKNIK KENDARAAN RINGAN</title><content type='html'>DAFTAR DASAR KOMPETENSI KEJURUAN (DKK) DAN KOMPETENSI KEJURUAN (KK)&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;SMK MUHAMMADIYAH KUDUS&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BIDANG STUDI KEAHLIAN      : TEKNOLOGI DAN REKAYASA&lt;br /&gt;PROGRAM STUDI KEAHLIAN : TEKNIK OTOMOTIF&lt;br /&gt;KOMPETENSI KEAHLIAN        : TEKNIK KENDARAAN RINGAN (020)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;i&gt;A. DASAR KOMPETENSI KEJURUAN (DKK)&lt;/i&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;1. Memahami dasar-dasar mesin&lt;br /&gt;1.1 Menjelaskan dasar ilmu statika dan tegangan&lt;br /&gt;1.2 Menerangkan komponen/elemen mesin&lt;br /&gt;1.3 Menerangkan material dan kemampuan proses.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Memahami proses-proses dasar pembentukan logam&lt;br /&gt;2.1 Menjelaskan proses pengecoran&lt;br /&gt;2.2 Menjelaskan proses pembentukan&lt;br /&gt;2.3 Menjelaskan proses pemesinan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Menjelaskan proses-proses mesin konversi energi&lt;br /&gt;3.1 Menjelaskan konsep motor bakar&lt;br /&gt;3.2 Menjelaskan konsep motor listrik&lt;br /&gt;3.3 Menjelaskan konsep generator listrik&lt;br /&gt;3.4 Menjelaskan konsep pompa fluida&lt;br /&gt;3.5 Menjelaskan konsep kompresor&lt;br /&gt;3.6 Menjelaskan konsep refrigerasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Menginterpretasikan gambar teknik&lt;br /&gt;4.1 Menjelaskan standar menggambar teknik&lt;br /&gt;4.2 Menggambar perspektif, proyeksi, pandangan dan potongan&lt;br /&gt;4.3 Menjelaskan simbol-simbol kelistrikan&lt;br /&gt;4.4 Membaca wiring diagram&lt;br /&gt;4.5 Menginterpretasikan gambar teknik dan rangkaian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Menggunakan peralatan dan perlengkapan di tempat kerja&lt;br /&gt;5.1 Merawat peralatan dan perlengkapan perbaikan di tempat kerja.&lt;br /&gt;5.2 Menggunakan peralatan dan perlengkapan perbaikan&lt;br /&gt;5.3 Menggunakan fastener.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Menggunakan alat-alat ukur (measuring tools)&lt;br /&gt;6.1 Mengidentifikasi alat-alat ukur&lt;br /&gt;6.2 Menggunakan alat-alat ukur mekanik&lt;br /&gt;6.3 Menggunakan alat-alat ukur pneumatik&lt;br /&gt;6.4 Menggunakan alat-alat ukur elektrik/elektronik&lt;br /&gt;6.5 Merawat alat-alat ukur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Menerapkan prosedur keselamatan, kesehatan kerja dan lingkungan tempat kerja&lt;br /&gt;7.1 Mendeskripsikan keselamatan dan kesehatan kerja (K3)&lt;br /&gt;7.2 Melaksanakan prosedur K3&lt;br /&gt;7.3 Mengidentifikasi aspek-aspek keamanan kerja&lt;br /&gt;7.4 Mengontrol kontaminasi&lt;br /&gt;7.5 Mendemonstrasikan pemadaman kebakaran&lt;br /&gt;7.6 Melakukan pengangkatan benda kerja secara manual.&lt;br /&gt;7.7 Menerapkan pekerjaan sesuai dengan SOP.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;i&gt;B. KOMPETENSI KEJURUAN (KK) &lt;/i&gt;&lt;/strong&gt; &lt;br /&gt;1. Memperbaiki sistem hidrolik dan kompresor udara&lt;br /&gt;1.1 Mengidentifikasi sistem hidraulik&lt;br /&gt;1.2 Memasang sistem hidraulik&lt;br /&gt;1.3 Menguji sistem hidraulik&lt;br /&gt;1.4 Memeliharan sistem hidraulik&lt;br /&gt;1.5 Memelihara kompresor udara dan komponen-komponennya&lt;br /&gt;1.6 Memperbaiki kompresor udara dan komponen-komponennya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Melaksanakan prosedur pengelasan, pematrian, pemotongan dengan panas dan pemanasan 2.1 Melaksanakan prosedur pengelasan&lt;br /&gt;2.2 Melaksanakan prosedur pematrian&lt;br /&gt;2.3 Melaksanakan prosedur pemotongan dengan panas&lt;br /&gt;2.4 Melaksanakan prosedur pemanasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Mlakukan overhaul sistem pendingin dan komponen– komponennya&lt;br /&gt;3.1 Memelihara/servis sistem pendingin dan komponennya&lt;br /&gt;3.2 Memperbaiki sistem pendingin dan komponennya&lt;br /&gt;3.3 Melakukan overhaul sistem pendingin dan komponennya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Memelihara/servis sistem bahan bakar bensin&lt;br /&gt;4.1 Memelihara komponen sistem bahan bakar bensin&lt;br /&gt;4.2 Memperbaiki komponen sistem bahan bakar bensin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Memperbaiki sistem injeksi bahan bakar diesel&lt;br /&gt;5.1 Memelihara/servis sistem dan komponen injeksi bahan bakar diesel&lt;br /&gt;5.2 Memperbaiki komponen injeksi bahan bakar diesel&lt;br /&gt;5.3 Mengkalibrasi Pompa Injeksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Memeliharaan/servis engine dan komponen-komponen-nya&lt;br /&gt;6.1 Mengidentifikasi komponen-komponen Utama engine&lt;br /&gt;6.2 Mengidentifikasi komponen-komponen engine&lt;br /&gt;6.3 Memelihara/servis engine dan komponen-komponennya (engine tune up)&lt;br /&gt;6.4 Melaksanaan pemeliharaan/servis komponen&lt;br /&gt;6.5 Menggunakan pelumas/cairan pembersih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Memperbaiki unit kopling dan komponen-komponen sistem pengoperasian&lt;br /&gt;7.1 Memelihara/servis unit kopling dan komponen-komponen sistem pengoperasian&lt;br /&gt;7.2 Memperbaiki sistem kopling dan komponennya&lt;br /&gt;7.3 Mengoverhaul sistem kopling dan komponennya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Memelihara transmisi &lt;br /&gt;8.1 Mengidentifikasi transmisi manual dan komponen-komponennya&lt;br /&gt;8.2 Mengidentifikasi transmisi otomatis dan komponen-komponennya&lt;br /&gt;8.3 Memelihara transmisi manual dan komponen-komponennya&lt;br /&gt;8.4 Memelihara transmisi otomatis dan komponen-komponennya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Memelihara unit final drive/gardan&lt;br /&gt;9.1 Mengidentifikasi unit final drive; penggerak roda depan, belakang dan Four Wheel drive&lt;br /&gt;9.2 Memelihara unit final drive penggerak roda depan&lt;br /&gt;9.3 Memelihara unit final drive penggerak roda belakang&lt;br /&gt;9.4 Memelihara unit final drive penggerak empat roda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Memperbaiki poros penggerak roda&lt;br /&gt;10.1 Memelihara/servis poros penggerak roda/drive shaft dan komponen-komponennya&lt;br /&gt;10.2 Memperbaiki poros penggerak roda/drive shaft dan komponen-komponennya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Memperbaiki roda dan ban&lt;br /&gt;11.1 Mengidentifikasi konstrusksi roda dan ban serta sistem pemasangan&lt;br /&gt;11.2 Memeriksa roda&lt;br /&gt;11.3 Memasang ulang roda&lt;br /&gt;11.4 Memeriksa ban&lt;br /&gt;11.5 Memasang ulang ban&lt;br /&gt;11.6 Membalans roda dan ban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. Memperbaiki sistem rem&lt;br /&gt;12.1 Memelihara sistem rem dan komponennya&lt;br /&gt;12.2 Memperbaiki sistem rem dan komponennya&lt;br /&gt;12.3 Melakukan overhaul sistem rem.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13. Memperbaiki sistem kemudi&lt;br /&gt;13.1 Mengidentifikasi berbagai jenis sistem kemudi&lt;br /&gt;13.2 Memeriksa kondisi sistem/komponen kemudi&lt;br /&gt;13.3 Memperbaiki berbagai jenis sistem kemudi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14. Memperbaiki sistem suspensi&lt;br /&gt;14.1 Memeriksa sistem suspensi dan komponen-komponenya&lt;br /&gt;14.2 Merawat sistem suspensi dan komponen-komponennya&lt;br /&gt;14.3 Memperbaiki sistem suspensi dan komponen-komponennya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15. Memelihara baterai&lt;br /&gt;15.1 Menguji baterai&lt;br /&gt;15.2 Memperbaiki baterai&lt;br /&gt;15.3 Merawat baterai&lt;br /&gt;15.4 Menjumper baterai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;16. Memperbaiki kerusakan ringan pada rangkaian/ sistem kelistrikan, pengaman dan       kelengkapan tambahan&lt;br /&gt;16.1 Mengidentifikasi kesalahan sistem/komponen kelistrikan dan pengaman&lt;br /&gt;16.2 Memasang sistem pengaman kelistrikan&lt;br /&gt;16.3 Memperbaiki sistem pengaman kelistrikan dan komponennya&lt;br /&gt;16.4 Memasang sistem penerangan dan wiring kelistrikan&lt;br /&gt;16.5 Menguji sistem kelistrikan dan penerangan&lt;br /&gt;16.6 Memperbaiki wiring kelistrikan dan penerangan&lt;br /&gt;16.7 Memasang perlengkapan kelistrikan tambahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;17. Memperbaiki sistem pengapian &lt;br /&gt;17.1 Mengidentifikasi sistem pengapian dan komponennya&lt;br /&gt;17.2 Memperbaiki sistem pengapian dan komponennya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;18. Memperbaiki sistim starter dan pengisian&lt;br /&gt;18.1 Mengidentifikasi sistem starter18.2 Mengidentifikasi sistem pengisian&lt;br /&gt;18.3 Memperbaiki sistem starter dan komponen-komponennya&lt;br /&gt;18.4 Memperbaiki sistem pengisian dan komponen-komponennya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;19. Memelihara/servis sistem AC (Air Conditioner)&lt;br /&gt;19.1 Mengidentifikasi sistem AC dan komponennya&lt;br /&gt;19.2 Melakukan servis sistem AC dan komponennya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8572476426062731699-2382415976381215289?l=priyadi64.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://priyadi64.blogspot.com/feeds/2382415976381215289/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://priyadi64.blogspot.com/2009/06/spektrum-keahlian-teknik-kendaraan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8572476426062731699/posts/default/2382415976381215289'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8572476426062731699/posts/default/2382415976381215289'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://priyadi64.blogspot.com/2009/06/spektrum-keahlian-teknik-kendaraan.html' title='KOMPETENSI  KEAHLIAN TEKNIK KENDARAAN RINGAN'/><author><name>Mr. Priyadi. DP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06632373235431029352</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_DMWsFkF9tpw/S9OTnNkZ6RI/AAAAAAAAABY/y24hZweFy-Q/S220/PICT0042.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8572476426062731699.post-276853991473618165</id><published>2009-06-04T18:18:00.000-07:00</published><updated>2009-06-07T19:32:38.957-07:00</updated><title type='text'>KOMPETENSI  KEAHLIAN TEKNIK AUDIO VIDEO</title><content type='html'>DAFTAR  KOMPETENSI KEJURUAN (DKK) DAN KOMPETENSI KEJURUAN (SK)&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;SMK MUHAMMADIYAH KUDUS&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BIDANG STUDI KEAHLIAN      :  TEKNOLOGI DAN REKAYASA&lt;br /&gt;PROGRAM STUDI KEAHLIAN :  TEKNIK ELEKTRONIKA&lt;br /&gt;KOMPETENSI KEAHLIAN        :  TEKNIK AUDIO VIDEO (064)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  &lt;strong&gt;&lt;i&gt;A. DASAR KOMPETENSI KEJURUAN (DKK)&lt;/i&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;1. Menerapkan dasar-dasar kelistrikan&lt;br /&gt;1.1 Menjelaskan arus, tegangan dan tahanan listrik&lt;br /&gt;1.2 Menjelaskan sifat-sifat beban listrik yang bersifat resistif, kapasitif, dan induktif pada rangkaian DC&lt;br /&gt;1.3 Menjelaskan prinsip-prinsip kemagnitan listrik&lt;br /&gt;1.4 Menjelaskan konsep rangkaian listrik&lt;br /&gt;1.5 Mengunakan hukum-hukum rangkaian listrik arus searah&lt;br /&gt;1.6 Menggunakan hukum-hukum rangkaian listrik arus bolak-balik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Menerapkan dasar-dasar elektronika&lt;br /&gt;2.1 Mengidentifikasi komponen elektronika pasif, aktif dan elektronika optik&lt;br /&gt;2.2 Menjelaskan sifat-sifat komponen elektronik pasif dan aktif&lt;br /&gt;2.3 Menjelaskan konsep rangkaian elektronika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Menerapkan dasar-dasar teknik digital &lt;br /&gt;3.1 Menjelaskan sistem bilangan3.2 Menjelaskan operasi logika&lt;br /&gt;3.3 Menjelaskan prinsip register.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Menerapkan Keselamatan, Kesehatan Kerja (K3)&lt;br /&gt;4.1 Mendeskripsikan keselamatan dan kesehatan kerja (K3)&lt;br /&gt;4.2 Menerapkan keselamatan kerja berdasarkan OSHA (Occupational Safety and Health Administration)&lt;br /&gt;4.3 Mengidentifikasi gejala kejutan listrik (electric shock)&lt;br /&gt;4.4 Mendemonstrasikan penggunaan fasilitas peralatan keselamatan kerja&lt;br /&gt;4.5 Mengoperasikan alat dan perlengkapan pemadam kebakaran&lt;br /&gt;4.6 Mengidentifikasi bahan kimia Polychlorinated Biphenyls (PCBs).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;i&gt;B. KOMPETENSI KEJURUAN (KK)&lt;/i&gt;&lt;/strong&gt; &lt;br /&gt;1. Memahami sifat dasar sinyal audio&lt;br /&gt;1.1 Memahami elemen gelombang, jenis-jenis dan interaksi gelombang&lt;br /&gt;1.2 Memahami sifat dan kegunaan penguat&lt;br /&gt;1.3 Menjelaskan attenuasi gelombang&lt;br /&gt;1.4 Menjelaskan decibel&lt;br /&gt;1.5 Menjelaskan konversi besaran listrik pada mikrophon dan loudspeaker.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Melakukan instalasi sound system&lt;br /&gt;2.1 Mengidentifikasi bagian-bagian dan fungsi dari sound system&lt;br /&gt;2.2 Menjelaskan pengaruh arah speaker&lt;br /&gt;2.3 Menjelaskan hal-hal yang mempengaruhi kualitas suara&lt;br /&gt;2.4 Menggunakan wireless sesuai karaktreristiknya&lt;br /&gt;2.5 Pengawatan peralatan sound sistem&lt;br /&gt;2.6 Melakukan perawatan peralatan sound sistem.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Memahami prinsip pembuatan master&lt;br /&gt;3.1 Menjelaskan fungsi mastering&lt;br /&gt;3.2 Menjelaskan perbedaan studio pembuatan master dan rekaman&lt;br /&gt;3.3 Mengidentifikasi kebutuhan alat untuk rekaman audio&lt;br /&gt;3.4 Memahami fungsi alat pendukung perekaman suara&lt;br /&gt;3.5 Menjelaskan macam dan penempatan mikropon pada instrumen&lt;br /&gt;3.6 Menjelaskan mekanisme perekaman suara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Membuat rekaman audio di studio&lt;br /&gt;4.1 Menjelaskan proses duplikasi&lt;br /&gt;4.2 Mengoperasikan peralatan rekam&lt;br /&gt;4.3 Merawat peralatan rekam&lt;br /&gt;4.4 Melacak gangguan kerja sistem.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Memperbaiki radio penerima&lt;br /&gt;5.1 Menjelaskan jenis-jenis radio penerima&lt;br /&gt;5.2 Menjelaskan prinsip kerja radio penerima AM&lt;br /&gt;5.3 Menjelaskan prinsip kerja radio penerima FM&lt;br /&gt;5.4 Mengoperasikan radio&lt;br /&gt;5.5 Menala tuning dan penguat&lt;br /&gt;5.6 Merawat radio&lt;br /&gt;5.7 Memperbaiki radio.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Memperbaiki compact cassete recorder&lt;br /&gt;6.1 Menjelaskan prinsip rekam magnetic&lt;br /&gt;6.2 Mendiskripsikan jenis-jenis cassette dan kegunaannya&lt;br /&gt;6.3 Menjelaskan prinsip kerja compact cassette recorder&lt;br /&gt;6.4 Mengoperasikan cassette recorder&lt;br /&gt;6.5 Menginstall cassette recorder&lt;br /&gt;6.6 Merawat cassette recorder&lt;br /&gt;6.7 Memperbaiki cassette recorder.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Memperbaiki CD player&lt;br /&gt;7.1 Menjelaskan media rekam CD&lt;br /&gt;7.2 Menyebutkan jenis-jenis CD&lt;br /&gt;7.3 Menjelaskan cara kerja CD player&lt;br /&gt;7.4 Mengoperasikan CD player&lt;br /&gt;7.5 Merawat CD player&lt;br /&gt;7.6 Memperbaiki CD player.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Menjelaskan dasar-dasar sinyal video&lt;br /&gt;8.1 Menjelaskan hubungan jumlah piksel dan kualitas resolusi gambar&lt;br /&gt;8.2 Menjelaskan bagian-bagian sinyal video komposit dan fungsinya&lt;br /&gt;8.3 Menjelaskan perbedaan Sistem PAL dan NTSC&lt;br /&gt;8.4 Menjelaskan sistem pembentukan gambar&lt;br /&gt;8.5 Melakukan pengujian sInyal video&lt;br /&gt;8.6 Menjelaskan prinsip kerja tabung gambar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Memperbaiki sistem penerima televisi&lt;br /&gt;9.1 Menjelaskan bagian-bagian dan fungsi dalam sistem penerima TV hitam putih&lt;br /&gt;9.2 Menjelaskan prinsip kerja penerima TV hitam putih dan warna&lt;br /&gt;9.3 Menjelaskan macam-macam penerima televisi meliputi sistem penerima TV HP, TV Warna,       TV kabel, TV satelit, TVIP, TVio dan HDTV&lt;br /&gt;9.4 Menjelaskan monitor komputer&lt;br /&gt;9.5 Menjelaskan perbedaan TV LCD dan plasma&lt;br /&gt;9.6 Mengoperasikan penerima TV&lt;br /&gt;9.7 Menginstal penerima TV&lt;br /&gt;9.8 Merawat penerima TV&lt;br /&gt;9.9 Memperbaiki penerima televisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Memperbaiki alat reproduksi sinyal audio video compact cassete&lt;br /&gt;10.1 Memilih jenis kaset sesuai kegunaan&lt;br /&gt;10.2 Menjelaskan prinsip kerja VCR&lt;br /&gt;10.3 Menginstal VCR&lt;br /&gt;10.4 Merawat VCR&lt;br /&gt;10.5 Memperbaiki VCR.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Memperbaiki alat reproduksi sinyal audio video CD&lt;br /&gt;11.1 Menjelaskan perbedaan media rekam VCD dan DVD&lt;br /&gt;11.2 Menjelaskan prinsip kerja DVD player&lt;br /&gt;11.3 Mengoperasikan DVD player&lt;br /&gt;11.4 Menginstall DVD player1&lt;br /&gt;1.5 Merawat DVD player&lt;br /&gt;11.6 Memperbaiki DVD player.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. Melakukan konversi cassette ke CD&lt;br /&gt;12.1 Menjelaskan prinsip konversi&lt;br /&gt;12.2 Mengoperasikan peralatan konversi&lt;br /&gt;12.3 Merawat peralatan konversi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13. Melakukan install home theater&lt;br /&gt;13.1 Menjelaskan kebutuhan peralatan pembuatan home theater&lt;br /&gt;13.2 Menempatkan peralatan audio menghasikan suara surround dengan sistem 4.1, 5.1 dan 7.1&lt;br /&gt;13.3 Menjelaskan TV proyektor&lt;br /&gt;13.4 Menempatkan Monitor gambar sesuai dengan jarak tempat duduk&lt;br /&gt;13.5 Menginstall peralatan home theater dengan konfigurasi 41 atau 61&lt;br /&gt;13.6 Melakukan trouble shooting hasil install&lt;br /&gt;13.7 Merawat home theater.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14. Melakukan install video game&lt;br /&gt;14.1 Menjelaskan urutan perkembangan video game&lt;br /&gt;14.2 Menjelaskan bagian-bagian dan fungsi play-stasion&lt;br /&gt;14.3 Menginstall video game&lt;br /&gt;14.4 Merawat video game.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15. Mempersiapkan pembuatan dokumentasi video&lt;br /&gt;15.1 Membuat skenario rancangan pengambilan gambar&lt;br /&gt;15.2 Mengidentifikasikan jenis dan fungsi alat-alat pendukung pembuatan dokumentasi video&lt;br /&gt;15.3 Menjelaskan prinsip kerja dan pengaturan kamera&lt;br /&gt;15.4 Menjelaskan teknik pengambilan gambar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;16. Membuat dokumentasi video&lt;br /&gt;16.1 Mengoperasikan kamera&lt;br /&gt;16.2 Menginstal kamera&lt;br /&gt;16.3 Melakukan perekaman gambar&lt;br /&gt;16.4 Melakukan editing gambar&lt;br /&gt;16.5 Melakukan reproduksi hasil rekaman&lt;br /&gt;16.6 Merawat kamera.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;17. Melakukan install sistem audio video CCTV&lt;br /&gt;17.1 Menjelaskan prinsip CCTV&lt;br /&gt;17.2 Mengidentifikasi kebutuhan CCTV&lt;br /&gt;17.3 Menjelaskan prinsip penempatan kamera pemantau&lt;br /&gt;17.4 Menginstal monitor pemantau&lt;br /&gt;17.5 Menginstall CCTV untuk security&lt;br /&gt;17.6 Menginstall CCTV untuk konferensi terbatas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;18. Melakukan install peralatan audio video mobil&lt;br /&gt;18.1 Menjelaskan kebutuhan peralatan audio video mobil&lt;br /&gt;18.2 Memasang pengawatan peralatan audio video mobil&lt;br /&gt;18.3 Mengatur suara surround.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                                                                                                                              WK.  KURIKULUM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8572476426062731699-276853991473618165?l=priyadi64.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://priyadi64.blogspot.com/feeds/276853991473618165/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://priyadi64.blogspot.com/2009/06/spektrum-keahlian-teknik-audio-video.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8572476426062731699/posts/default/276853991473618165'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8572476426062731699/posts/default/276853991473618165'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://priyadi64.blogspot.com/2009/06/spektrum-keahlian-teknik-audio-video.html' title='KOMPETENSI  KEAHLIAN TEKNIK AUDIO VIDEO'/><author><name>Mr. Priyadi. DP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06632373235431029352</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_DMWsFkF9tpw/S9OTnNkZ6RI/AAAAAAAAABY/y24hZweFy-Q/S220/PICT0042.JPG'/></author><thr:total>2</thr:total></entry></feed>
